Disebutkan bahwa nama Allah itu
tertulis di dalam Al-Quran
sebanyak 2,696 tempat (kali).
Apa kiranya hikmah yang dapat
kita ambil, mengapa begitu
banyak nama Allah, (bagi) Dzat
yang maha Esa itu, bagi kita…?
Allah, Dzat yang Maha Esa,
berpesan:
“ Wahai Hambaku janganlah
kamu sekalian lupa kepada
namaku “
Maksudnya :
Allah itu namaku dan Dzatku, dan
tidak akan pernah bercerai,
Namaku dan Zatku itu,, ia satu
(esa).
Allah Swt juga telah menurunkan
100 kitab kepada para nabi-
nabinya, kemudian ditambah
empat kitab lagi sehingga
jumlah keseluruhan kitab yang
telah diturunkan-Nya berjumlah
104 buah kitab, dan yang 103
buah kitab itu rahasianya
terhimpun di dalam Al-Qurannul
karim, dan rahasia Al-Qurannul
karim itu pun rahasianya terletak
pada kalimah “ALLAH”.
Begitu pula dengan kalimah La
Ilaha Ilallah, jika ditulis dalam
bahasa arab ada dua belas
huruf, dan jika digugurkan
lapan huruf pada awal kalimah
La Ilaha Ilallah, maka akan
tertinggal empat huruf saja,
yaitu Allah.
Makna kalimah ALLAH itu adalah
sebuah nama saja, sekalipun
digugurkan satu persatu nilainya
tidak akan pernah berkurang,
bahkan akan mengandung
makna dan arti yang mendalam,
dan mengandung rahasia
penting bagi kehidupan kita
selaku umat manusia yang telah
diciptakan oleh Allah Swt dalam
bentuk yang paling sempurna.
ALLAH jika diarabkan maka Ia
akan berhuruf dasar Alif, Lam
diawal, Lam diakhir dan Ha.
Seandainya kata ingin kita
melihat kesempurnaannya maka
gugurkanlah satu persatu, atau
huruf demi hurufnya.
1.Gugurkan huruf pertamanya,
yaitu huruf Alif (ﺍ ), maka akan
tersisa tiga huruf saja dan
bunyinya tidak Allah lagi,
tetapi akan berbunyi Lillah,
artinya bagi Allah, dari Allah,
kepada Allahlah kembalinya
segala makhluk.
2.Gugurkan huruf keduanya,
yaitu huruf Lam awal (ﻝ ), maka
akan tersisa dua huruf saja dan
bunyinya tidak lillah lagi,
tetapi akan berbunyi Lahu.
Lahu Mafissamawati wal Ardi,
artinya Bagi Allah segala apa saja
yang ada pada tujuh lapis
langit dan tujuh lapis bumi.
3.Gugurkan huruf ketiganya,
yaitu huruf Lam akhir (ﻝ), maka
akan tersisa satu huruf saja dan
bunyinya tidak lahu lagi,
tetapi Hu, Huwal haiyul qayum,
artinya Zat Allah yang hidup dan
berdiri sendirinya.
Kalimah HU ringkasnya dari
kalimah Huwa, sebenarnya setiap
kalimah Huwa, artinya Zat,
misalnya:
Qul Huwallahu Ahad., artinya Zat
yang bersifat kesempurnaan
yang dinamai Allah. Yang
dimaksud kalimah HU itu menjadi
berbunyi AH, artinya Zat.
Bagi sufi, napas kita yang keluar
masuk semasa kita masih hidup
ini berisi amal bathin, yaitu HU,
kembali napas turun di isi
dengan kalimah ALLAH, ke bawah
tiada berbatas dan ke atas tiada
terhingga.
Perhatikan beberapa
pengguguran – pengguguran di
bawah ini:
Ketahui pula,, jika pada kalimah
ALLAH itu kita gugurkan Lam (ﻝ )
pertama dan Lam (ﻝ ) keduanya,
maka tinggallah dua huruf yang
awal dan huruf yang akhir (di
pangkal dan di akhir), yaitu huruf
Alif dan huruf Ha (dibaca AH).
Kalimah ini (AH) tidak dibaca lagi
dengan nafas yang keluar masuk
dan tidak dibaca lagi dengan
nafas ke atas atau ke bawah
tetapi hanya dibaca dengan titik.
Kalimah AH, jika dituliskan
dengan huruf Arab, terdiri dua
huruf, artinya dalam bahasa
disebutkan INTAHA (Kesudahan
dan keakhiran), seandai saja kita
berjalan mencari Allah tentu akan
ada permulaannya dan tentunya
juga akan ada kesudahannya,
akan tetapi kalau sudah sampai
lafald Zikir AH, maka sampailah
perjalanan itu ketujuan yang
dimaksudkan. (Silahkan bertanya
kepada ahlinya).
Selanjutnya gugurkan Huruf
Awalnya, yaitu huruf ALIF dan
gugurkan huruf akhirnya, yaitu
huruf HA, maka akan tersisa dua
buah huruf di tengahnya, yaitu
huruf LAM pertama (Lam Alif) dan
huruf LAM kedua ( La Nafiah).
Qaidah para sufi menyatakan
tujuannya adalah Jika berkata LA
(Tidak ada Tuhan), ILLA (Ada
Tuhan), Nafi mengandung Isbat,
Isbat mengandung Nafi tiada
bercerai atau terpisah Nafi dan
Isbat itu.
Selanjutnya, gugurkan huruf LAM
kedua dan huruf HU, maka yang
tertinggal juga dua huruf, yaitu
huruf Alif dan huruf Lam yang
pertama, kedua huruf yang
tertinggal itu dinamai Alif Lam
La’tif dan kedua huruf itu
menunjukkan Dzat Allah,
maksudnya Makrifat yang
semakrifatnya dalam artian yang
mendalam, bahwa kalimah Allah
bukan NAKIRAH, kalimah Allah
adalah Makrifat, yakni Isyarat dari
huruf Alif dan Lam yang pertama
pada awal kalimah ALLAH.
Gugurkan tiga huruf sekaligus,
yaitu huruf LAM pertama, LAM
kedua, dan HU maka tinggallah
huruf yang paling tunggal dari
segala yang tunggal, yaitu huruf
Alif (Alif tunggal yang berdiri
sendirinya).
Berilah tanda pada huruf Alif
yang tunggal itu dengan tanda
Atas, Bawah dan depan, maka
akan berbunyi : A.I.U dan setiap
berbunyi A maka dipahamhan
Ada Zat Allah, begitu pula dengan
bunyi I dan U, dipahamkan Ada
Zat Allah dan jika semua bunyi itu
(A.I.U) dipahamkan Ada Zat Allah,
berarti segala bunyi/suara di
dalam alam, baik itu yang terbit
atau datangnya dari alam Nasar
yang empat (Tanah, Air, Angin
dan Api) maupun yang
datangnya dan keluar dari mulut
makhluk Ada Zat Allah.
Penegasannya bunyi atau suara
yang datang dan terbit dari apa
saja kesemuanya itu berbunyi
ALLAH, nama dari Zat yang maha
Esa sedangkan huruf Alif itulah
dasar (asal) dari huruf Arab yang
banyaknya ada dua puluh lapan
huruf.
Dengan demikian maka jika kita
melihat huruf Alif maka seakan-
akan kita telah melihat dua puluh
lapan huruf yang ada. Lihat dan
perhatikan sebuah biji pada
tumbuh-tumbuhan, dari biji
itulah asal usul segala urat,
batang, daun, ranting, dahan dan
buahnya.
Syuhudul Wahdah Fil Kasrah,
Syuhudul Kasrah Fil Wahdah.
Pandang yang satu kepada yang
banyak dan pandang yang
banyak kepada yang satu, maka
yang ada hanya satu saja, yaitu
satu Zat dan dari Zat itulah
datangnya Alam beserta isinya.
Al-Quran yang jumlah ayatnya
6666 ayat akan terhimpun ke
dalam Suratul Fateha, dan Suratul
Fateha itu akan terhimpun pada
Basmallah, dan Basmallah itupun
akan terhimpun pada huruf BA,
dan huruf BA akan terhimpun
pada titiknya (Nuktah). Jika kita
tilik dengan jeli maka titik itulah
yang akan menjadi segala huruf,
terlihat banyak padahal ia satu
dan terlihat satu padahal ia
banyak.
Selanjutnya Huruf-huruf lafald
Allah yang telah digugurkan
maka tinggallah empat huruf
yang ada di atas lafald Allah tadi,
yaitu huruf TASYDID (bergigi tiga,
terdiri dari tiga huruf Alif) di atas
Tasydid adalagi satu huruf Alif.
Keempat huruf Tasydid itu adalah
isyarat bahwa Tuhan itu Ada,
maka wajib bagi kita untuk
mentauhidkan Asma Allah, Af’al
Allah, Sifat Allah dan Zat Allah.
Langkah terakhir gugurkan
keseluruhannya, maka yang akan
tinggal adalah kosong.
LA SAUTUN WALA HARFUN, artinya
tidak ada huruf dan tiada suara,
inilah kalam Allah yang Qadim,
tidak bercerai dan terpisah sifat
dengan Zat.
Tarku Mayiwallah (meninggalkan
selain Allah) Zat Allah saja yang
ada.
La Maujuda Illallah (tidak ada
yang ada hanya Allah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar